materi yg dibagikan sama pak Amran
buat temen temen silahkan di download ya...
klik sini...
bayu khabib mustain
Senin, 26 Desember 2016
Senin, 09 November 2015
PERKEMBANGAN TEKNOLOGI KOMUNIKASI
BAYU KHABIB MUSTAIN.
1. Teknologi 1G
Teknologi komunikasi seluler pertama
adalah teknologi yang masih menggunakan sinyal analog untuk komunikasi.
Teknologi ini diperkenalkan pada era 70-an tetapi baru efektif digunakan pada
tahun 80-an. Teknologi jaringan saat itu hanya dapat berkomunikasi lewat suara
saja alias panggilan telepon saja. Kehadiran teknologi ini membuat era
komunikasi melangkah ke arah yang lebih baru, yakni penggunaan telepon genggam.
Advanced Mobile Phone Service (AMPS) adalah sistem analog cellular yang pertama
digunakan di amerika serikat. system ini masih dipergunakan secara luas sampai
dengan tahun 1997; AMPS systems digunakan di lebih dari 72 negara . AMPS system
terus terlibat untuk mengijinkan features yang lebih canggih seperti
betambahnya waktu standby time, yang berpita pendek radio channels, dan
anti-fraud authentication procedures. AMPS
merupakan generasi pertama teknologi telekomunikasi bergerak yang
menggunakan teknologi analog pada Band frekuensi 800 Mhz dengan metode akses
FDMA (Frequency Division Multiple access). Dalam FDMA , user dibedakan berdasarkan frekuensi yang
digunakan dimana setiap user menggunakan kanal sebesar 30 KHz. Ini berarti tidak
boleh ada dua user yang mengunakan kanal yang sama baik satu sel maupun sel tetangganya. Oleh karena itu AMPS akan membutuhkan
alokasi frekuensi yang besar.
2. Teknologi 2G
Memasuki tahun 90-an, teknologi
seluler memasuki tahap berikutnya. Penandannya adalah pergantian teknologi
sinyal radio yang digunakan. Bila pada generasi pertama, teknologi yang
digunakan adalah teknologi sinyal analog, maka pada generasi ini teknologi yang
digunakan adalah jaringan sinyal digital.
·
GSM
Global System for Mobile Communication (GSM mulanya singkatan dari Groupe
Spécial Mobile) adalah sebuah teknologikomunikasi selular
yang bersifat digital. GSM mulai
menggeser AMPS diawal tahum 1995, PT. Telkomsel dan PT. Satelindo (sekarang
PT.Indosat) adalah 2 operator pelopor teknologi GSM di Indonesia. Teknologi GSM banyak diterapkan pada komunikasi bergerak, khususnya telepon genggam. Teknologi ini memanfaatkan gelombang mikro dan
pengiriman sinyal yang dibagi berdasarkan waktu, sehingga sinyal informasi yang
dikirim akan sampai pada tujuan. GSM dijadikan standar global untuk komunikasi selular
sekaligus sebagai teknologi selular yang paling banyak digunakan orang di seluruh dunia. Ada beberapa keunggulan menggunakan teknologi digital
dibanding dengan analog seperti kapasitas yang lebih besar,
system security yang lebih baik dan layanan yang lebih beragam. GSM
menggunakan teknologi akses gabungan antara FDMA (Frequncy Division Multiple Accees) dan TDMA (Time Division Multiple Accees) yang awalnya
bekerja pada Frekuensi 900 MHz dengan lebar pita 25KHz.
·
CDMA
CDMA adalah Code Division Multiple Access merupakan cara komunikasi yang
mengirimkan data melalui metode pengiriman dalam bentuk kode unik yang akan
mengatur paket data yang dikirim. Akses jaringan CDMA ibarat sebuah pesawat
yang ditumpangi banyak orang yang masing-masing memiliki kode/tiket/identitas
yang berbeda dengan yang lain. Bila ingin membuat koneksi/hubungan kode
tersebut akan mengirimkan akses yang berbeda setiap orangnya, maka pengguna
bebas melakukan komunikasi dengan yang lain.
CDMA menggunakan teknologi Direct Sequence Spread Spectrum (DSSS). Dalam CDMA,
seluruh user menggunakan frekuensi yang sama dalam waktu yang sama. Oleh karena
itu, CDMA lebih efisien dibandingkan dengan metode FDMA maupun TDMA. CDMA
menggunakan kode tertentu untuk membedakan user yang satu dengan user yang
lain. GSM dan CDMA merupakan teknologi digital. Meskipun secara teknologi CDMA
20001x lebih baik dibandingkan dengan GSM akan tetapi kehadiran CDMA ternyata
tidak membuat pelanggan GSM berpaling ke CDMA. Ada beberapa keunggulan
teknologi CDMA dibandingkan dengan GSM suara yang lebih jernih, kapasitas yang
lebih besar dan kemampuan akses data yang lebih tinggi.
Kehadiran teknologi ini mengawali
semakin populernya pengguna telepon seluler. Terutama karena teknologi
pengiriman pesan singkat (SMS) dan pesan bergambar sudah diperkenalkan. Pada
teknolog ini juga terdapat dukungan terhadap teknologi layanan suara yang lebih
baik dan dukungan akses data.
3. Teknologi 2,5G dan 2,75G
Pada perkembangannya, teknologi 2G
mengalami peningkatan. Teknologi ini sudah mendukung kecepatan transfer data
hingga 50 kbps. Teknologi ini disebut 2,5G. Istilah ini mengacu karena
teknologi 2,5G merupakan gabungan dari teknologi 2G dan GPRS atau General
Packet Radio Service.
·
GPRS
GPRS (singkatan bahasa
Inggris: General Packet Radio Service, GPRS) adalah
suatu teknologi yang memungkinkan pengiriman dan penerimaan data lebih cepat dibandingkan dengan penggunaan teknologi Circuit
Switch Data atau CSD. Penggabungan layanan telepon seluler dengan GPRS (General
Packet Radio Service) menghasilkan generasi baru yang disebut 2.5G. Sistem GPRS
dapat digunakan untuk transfer data (dalam bentuk paket data) yang berkaitan
dengan e-mail, data gambar (MMS), Wireless Application Protocol (WAP), dan World Wide Web (WWW). Dalam teorinya GPRS menjanjikan
kecepatan mulai dari 56 kbps sampai 115 kbps, sehingga memungkinkan akses
internet, pengiriman data multimedia ke komputer, notebook dan handheld
computer.
Selanjutnya,
teknologi komunikasi 2G memiliki peningkatan lain dengan dukungan teknologi
Enchanced Data Rates for GSM Evolution (EDGE) yang kemudian populer disebut
sebagai 2,75G. Dengan menggunakan jaringan 2G EDGE, kecepatan transfer data
yang bisa dicapai bisa mencapai 1 Mbps.
4. Teknologi 3G
Teknologi jaringan seluler generasi
ketiga atau 3G diperkenalkan pada tahun1998. Teknologi inilah yang kemudian
disebut sebagai teknologi awal dari mobile broadband. Pasalnya, berkat
teknologi 3G orang-orang bisa mengakses internet tidak hanya melalui jaringan
kabel tetapi jaringan data. Kecepatan koneksi datanya juga lebih cepat.
Karena itu, pada perkembangannya,
teknologi 3G mendukung aktivitas transfer audio, gambar, dan video. Pada
jaringan inilah kemudian banyak orang memanfaatkannya untuk streaming video
ataupun melakukan aktivitas video call. Sinyal 3G mungkin sedang menjadi andalan di Indonesia. Sinyal
3G sebenarnya turunan dari 2G atau GPRS. 3G sendiri adalah 3GPRS atau GPRS
versi 3. Yang membedakan adalah protokol transfer data yang menggunakan UMTS
(United Mobile Telecommunication Technology). Kecepatan datanya dimulai dari
384 Kbps sampai 2 Mbps. Untuk membuka di HP, sinyal 3G lumayanlah, walau memang
butuh kestabilan sinyal yang diterima.
5. Teknologi 3,5G dan 3,75G
High Speed Packed Access adalah koleksi protokol telepon
genggam dalam ranah 3,5G yang memperluas dan memperbaiki kinerja protokol
Universal Mobile Telecommunications System (UMTS). High-Speed Downlink Packet
Access (HSDPA), High-Speed Uplink Packet Access (HSUPA), dan High-Speed Packet
Access+ (HSDPA+) adalah bagian dari keluarga High-Speed Packet Access (HSPA).
·
HSPA
HSPA (High Speed Packet Access) atau kadang dikenal dengan
3,5G. Sedikit lebih cepat dari sinyal 3G, transfer datanya antara 600 Kbps
sampai 10 Mbps. Walau sebenarnya hanya rata-rata 1-3 Mbps. Sedang sinyal HSDPA
(High Speed Downlink Packet Access) atau kadang H+ memiliki kecepatan mencapai
7,2 Mbps. Untuk membuka di HP sinyal H ini dapat sangat diandalkan. Sayangnya,
sinyal H sulit untuk terlacak di daerah-daerah tertentu khususnya daerah
pelosok. Teknologi
3G diklaim oleh mampu mencapai kecepatan data hingga 2 Mbps dan 348 kbps.
Namun, teknologi ini ternyata memiliki potensi kecepatan yang lebih baik.
Karena itu muncullah varian teknologi 3G yang lebih maju atau sering disebut
teknologi 3,5G atau HSPA (High Speed Packet Access). Teknologi ini mendukung
kecepatan data untuk downloah hingga 14 Mbps dan untuk upload 5,76 Mbps.
Kemudian, teknologi ini mengalami peningkatan.
HSPA merupakan hasil pengembangan teknologi 3G gelombang pertama,
Release 99 (R99). Sehingga HSPA mampu bekerja jauh lebih cepat bila
dibandingkan dengan koneksi R99. Terkait jaringan CDMA, HSPA dapat disejajarkan
dengan Evolution Data Optimized (EV-DO) yang merupakan perkembangan dari
CDMA2000.
·
HSPA+
Maka munculah istilah HSPA+ atau
teknologi 3,75G. HSPA+ atau disebut juga
Evolusi HSPA adalh teknologi standar pita lebar nirkabel yang akan hadir dengan
kemampuan pengiriman data mencapai 42Mbit/s untuk downlink dengan menggunakan
modulasi 64QAM dan 11Mbit/s untuk uplink dengan modulasi 16QAM. Pengembangan
lainnya pada HSPA+ adalah tambahan penggunaan antena Multiple Input Multiple
Output (MIMO) untuk membantu peningkatan kecepatan data. HSPA+ memberikan
pilihan berupa arsitektur all-IP yang dapat mempercepat jaringan serta lebih
murah dalm pembayaran dan pengendaliannya. Dengan teknologi ini, kecepatan yang bisa dicapai adalah
hingga 168 Mbps untuk download dan 22 Mbps untuk upload. Di Indonesia sendiri,
banyak operator yang berjalan di teknologi HSPA ini. Sayangnya, tidak semua
daerah memiliki kecepatan yang sama karena bergantung pada BTS dan hal-hal
teknis lainnya.
6. Teknologi 4G
4G adalah singkatan dari istilah
dalam bahasa Inggris : fourth-generation technology. Istilah ini umumnya digunakan mengacu kepada standar generasi
keempat dari teknologi telepon seluler. 4G merupakan pengembangan dari teknologi 3G dan 2G. Sistem 4G menyediakan jaringan pita lebar ultra untuk berbagai
perlengkapan elektronik, contohnya telpon pintar dan laptop menggunakan modemUSB.
Terdapat dua kandidat standar
untuk 4G yang dikomersilkan di dunia yaitu standar WiMAX (Korea Selatan sejak 2006) dan standar Long Term Evolution (LTE) (Swedia sejak 2009).
Di Indonesia, WiMAX pertama
kali diluncurkan oleh PT. FirstMedia dengan merk dagang Sitra WiMAX sejak Juni
2010. Kemudian teknologi LTE pertama kali diluncurkan oleh PT. Internux dengan
merek dagang Bolt Super 4G LTE sejak 14 November 2013.
·
LTE
Teknologi LTE ini diklaim sebagai
teknologi jaringan 4G atau generasi keempat. Tetapi menurut standar ITU-R,
teknologi LTE belum bisa dikatakan sebagai teknologi 4G karena tidak mencapai
standar 4G. Teknologi ini lebih tepat disebut sebagai teknologi pra-4G karena
teknologi ini hanya mencapai download hingga 100 Mbps dan upload hingga 50
Mbps.
ITU-R menyatakan bahwa untuk
memenuhi standar teknologi 4G, dukungan kecepatan unduh haruslah mencapai 1
Gbps dan upload hingga 500 Mbps. Teknologi inilah yang kemudian nantinya
disebut Long Term Evolution-Advance (LTE-A).
Indonesia saat ini baru memiliki
tiga operator seluler penyelenggara teknologi 4G, yakni Telkomsel, Indosat, dan
XL Axiata. Teknologi 4G yang digunakan juga masih sangat terbatas.
Sebenarnya Indonesia masih bisa mengeksplorasi teknologi 3G karena kecepatan
akses datanya sudah cukup memadai. Setidaknya teknologi 3G harus sudah menjangkau
seluruh kawasan Nusantara sebelum memasuki era 4G.
·
WiMax
WiMAX adalah singkatan dari
Worldwide Interoperability for Microwave Access,merupakan teknologi akses
nirkabel pita lebar (broadband wireless access atau disingkat BWA) yang
memiliki kecepatan akses yang tinggi dengan jangkauan yang luas. WiMAX
merupakan evolusi dari teknologi BWA sebelumnya dengan fitur- fitur yang lebih
menarik. Disamping kecepatan data yang tinggi mampu diberikan, WiMAX juga
merupakan teknologi dengan open standar. Dalam arti komunikasi perangkat WiMAX
diantara beberapa vendor yang berbeda tetap dapat dilakukan (tidak
proprietary). Dengan kecepatan data yang besar (sampai 70 MBps), WiMAX dapat
diaplikasikan untuk koneksi broadband ‘last mile’, ataupun backhaul.
7.
Wi-Fi
Wi-Fi merupakan salah satu
varian teknologi komunikasi dan informasi yang bekerja pada jaringan dan
perangkat WLAN (wireless local area network) yang didasari pada spesifikasi
IEEE 802.11. Dengan kata lain, Wi-Fi adalah sertifikasi merek dagang yang diberikan
pabrikan kepada perangkat telekomunikasi (internet) yang bekerja di jaringan
WLAN dan sudah memenuhi kualitas kapasitas interoperasi yang dipersyaratkan.
Standar terbaru dari spesifikasi 802.11a atau b, seperti 802.16 g, saat ini
sedang dalam penyusunan, spesifikasi terbaru tersebut menawarkan banyak
peningkatan mulai dari luas cakupan yang lebih jauh hingga kecepatan
transfernya.
Rabu, 17 Desember 2014
Teknik Freeze Untuk Membekukan Objek Bergerak
Dengan menggunakan shutter speed yang cepat kita mampu membekukan objek bergerak cepat. (Yunaidi Joepoet/NGT)
Angka shutter speed bisa kita lihat pada lcd kamera. Angkanya seperti 1/125. 1/250, 1/500, 1/1000, 1/2000, dst.
Inti dari penggunaan shutter speed adalah bagaimana penggunaan shutter speed mempengaruhi foto yang kita hasilkan. Semakin cepat objek foto bergerak maka semakin cepat pula shutter speed yang kita gunakan.
Misalnya penggunaan shutter speed untuk memotret mobil balap, orang berjalan, atau orang diam masing-masing berbeda. Penggunaan shutter speed yang lambat untuk membekukan gerakan mobil balap yang melaju dengan kecepatan 200 km/jam adalah salah satu kekeliruan. Jika ingin membekukan mobil yang bergerak dengan kecepatan tersebut dibutuhkan shutter speed yang cepat misalnya 1/4000.
Intinya menentukan penggunaan shutter speed erat kaitannya dengan berapa cepat objek foto yang akan kita abadikan tersebut bergerak. Sebagai contoh, saat memotret orang yang sedang duduk mungkin kecepatan yang dibutuhkan untuk membekukan objek bisa 1/8. Namun untuk memotret orang yang sedang berlari, kecepatan 1/8 belum tentu bisa membuat objek foto terlihat beku dan tajam. Meskipun kamera bisa merekam objek tersebut, namun yang terjadi bukanlah objek tersebut tajam, namun terlihat seperti motion.
Hal yang tak kalah penting juga saat mengabadikan objek yang bergerak adalah jarak antara fotografer dengan objek foto yang akan diambil. Semakin dekat jarak objek, maka semakin cepat pula kecepatan shutter speed yang kita butuhkan. Begitu juga sebaliknya, jika objek foto jauh maka kecepatan yang dibutuhkan juga tidak terlalu cepat.
Misalnya, saat kita memotret orang berjalan dengan jarak lima meter di depan kamera. Kita butuh kecepatan yang cepat untuk membekukan gerakannya. Namun untuk memotret pesawat terbang dengan kecepatan 900 km/ jam dengan jarak yang jauh, kita bisa membekukan pesawat hanya denga menggunakan shutter speed 1/60.
Jadi catatan penting dari teknik freeze ini adalah :
1. Semakin cepat gerakan objek yang akan kita foto, kita butuh kecepatan yang cepat pula. Ditandai dengan angka 1/.. yang nilainya semakin tinggi. Misal 1/250, 1/500, 1/1000 dst.
2. Selain kecepatan objek, jarak antara kamera dengan objek juga menjadi perhatian. Sebagian fotografer menggunakan nilai focal length untuk mematok kecepatan shutter yang digunakan. Misal pada focal length 50 mm, sebagian fotografer menyetel kecepatn minimun di angka 1/50.
Segitu dulu tips singkat untuk membekukan objek bergerak. Semoga bermanfaat dan selamat berburu foto ya fk-wan. Salam
Sabtu, 18 Oktober 2014
teknik kamera video
Teknik
Pengambilan Gambar
|
|
Ada
beberapa hal yang perlu diperhatikan berkaitan dengan perangkat kamera. Sebelum
melakukan shooting ada baiknya jika seorang juru kamera
persiapan-persiapan sebagai berikut:
- ·Penguasaan terhadap perangkat kamera yang akan digunakan.
Sebaiknya mengikuti aturan penggunaan yang tertulis pada manual book.
Pahami kelebihan dan kekurangannya.
- Setelah paham dengan seluk
beluk kamera, pahami juga adegan apa dan teknik yang bagaimana yang
diinginkan.
- Membuat breakdown
peralatan yang akan digunakan seperti baterai, mikrofon, kabel extension,
dll.
- Pastikan baterai dalam kondisi
prima dan penuh, dan semua fasilitas di kamera berjalan dengan baik.
Dalam kegiatan produksi video/ film, terdapat banyak jenis
kamera yang digunakan. Pembagian jenis kamera video/ film dibedakan atas media
yang digunakan untuk menyimpan data (gambar & suara) yang telah diambil.
Seperti halnya pada fotografi, gambar yang telah diambil
disimpan pada gulungan film. Namun pada kamera jenis ini, disamping gulungan film
juga terdapat pita magnetik untuk menyimpan data suara. Dalam 1 detik
pengambilan gambar, dibutuhkan sekitar 30 frame film. Adapun jenis film yang
digunakan adalah film positif (slide), dimana untuk melihat isinya harus dicuci
terlebih dulu di laboratorium film dan diproyeksikan dengan menggunakan
proyektor khusus.
Kamera jenis ini menyimpan data gambar dan suara pada pita
magnetik. Secara umum terdapat 2 jenis kamera :
Analog (AV)
Data
yang disimpan sebagai pancaran berbagai kuat sinyal (gelombang) pada pita
kamera perekam. Macam kamera jenis ini antara lain VHS, S – VHS, 8mm, dan Hi –
8.
Digital (DV)
Kamera
perekam video digital menyimpan data dalam format kode biner bit per bit yang
terdiri atas rangkaian 1 (on) dan 0 (off). Jenis kamera ini antara lain mini
DV, dan Digital 8.
1. Baterai untuk catu daya
2. Tempat kaset
3. Tombol Zoom
4. Tombol Recorder
5. Port Output video / audio (bisa berupa analog ataupun
digital)
6. Cincin Fokus
7. Jendela preview (View Fender)
8. Mikrofon
9. Tombol kontrol cahaya
10. Tombol Player (untuk memainkan kembali video).
11. Terminal DC Input.
Selain
itu juga banyak terdapat fasilitas–fasilitas tambahan yang berbeda antara
kamera satu dengan kamera lainnya. Fasilitas itu antara lain lampu infra merah
untuk pengambilan gambar pada tempat yang gelap, edit teks langsung dari
kamera, efek-efek video lain, slow motion dan masih banyak lagi.
· Bird
Eye View
Teknik pengambilan gambar yang dilakukan dengan ketinggian
kamera berada di atas ketinggian objek. Hasilnya akan terlihat lingkungan yang
luas dan benda-benda lain tampak kecil dan berserakan.
· High
Angle
Sudut pengambilan dari atas objek sehingga mengesankan objek
jadi terlihat kecil. Teknik ini memiliki kesan dramatis yaitu nilai “kerdil”.
· Low
Angle
Sudut pengambilan dari arah bawah objek sehingga mengesankan
objek jadi terlihat besar. Teknik ini memiliki kesan dramatis yaitu nilai
agung/ prominance, berwibawa, kuat, dominan.
· Eye
Level
Sudut pengambilan gambar sejajar dengan objek. Hasilnya
memperlihatkan tangkapan pandangan mata seseorang. Teknik ini tidak memiliki
kesan dramatis melainkan kesan wajar.
· Frog
Eye
Sudut pengambilan gambar dengan ketinggian kamera sejajar
dengan alas/dasar kedudukan objek atau lebih rendah. Hasilnya akan tampak
seolah-olah mata penonton mewakili mata katak.
Ukuran gambar biasanya dikaitkan dengan tujuan pengambilan
gambar, tingkat emosi, situasi dan kodisi objek. Terdapat bermacam-macam
istilah antara lain:
· Extreme
Close Up (ECU/XCU) : pengambilan gambar yang
terlihat sangat detail seperti hidung pemain atau bibir atau ujung tumit dari
sepatu.
· Big
Close Up (BCU) : pengambilan gambar dari
sebatas kepala hingga dagu.
· Close
Up (CU) : gambar diambil dari jarak
dekat, hanya sebagian dari objek yang terlihat seperti hanya mukanya saja atau
sepasang kaki yang bersepatu baru
· Medium
Close Up : (MCU) hampir sama dengan MS, jika
objeknya orang dan diambil dari dada keatas.
· Medium
Shot (MS) : pengambilan dari jarak
sedang, jika objeknya orang maka yang terlihat hanya separuh badannya saja
(dari perut/pinggang keatas).
· Knee
Shot (KS) : pengambilan gambar objek
dari kepala hingga lutut.
· Full
Shot (FS) : pengambilan gambar objek
secara penuh dari kepala sampai kaki.
· Long
Shot (LS) : pengambilan secara
keseluruhan. Gambar diambil dari jarak jauh, seluruh objek terkena hingga latar
belakang objek.
· Medium
Long Shot (MLS) : gambar diambil dari jarak
yang wajar, sehingga jika misalnya terdapat 3 objek maka seluruhnya akan
terlihat. Bila objeknya satu orang maka tampak dari kepala sampai lutut.
· Extreme
Long Shot (XLS): gambar diambil dari jarak
sangat jauh, yang ditonjolkan bukan objek lagi tetapi latar belakangnya. Dengan
demikian dapat diketahui posisi objek tersebut terhadap lingkungannya.
· One
Shot (1S) : Pengambilan gambar satu
objek.
· Two
Shot (2S) : pengambilan gambar dua
orang.
· Three
Shot (3S) : pengambilan gambar tiga
orang.
· Group
Shot (GS): pengambilan gambar sekelompok
orang.
Gerakan kamera akan menghasilkan gambar yang berbeda. Oleh
karenanya maka dibedakan dengan istilah-istilah sebagai berikut:
· Zoom
In/ Zoom Out : kamera bergerak menjauh dan
mendekati objek dengan menggunakan tombol zooming yang ada di kamera.
· Panning : gerakan kamera menoleh ke kiri dan ke kanan dari atas tripod.
· Tilting : gerakan kamera ke atas dan ke bawah. Tilt Up jika
kamera mendongak dan tilt down jika kamera mengangguk.
· Dolly : kedudukan kamera di tripod dan di atas landasan
rodanya. Dolly In jika bergerak maju dan Dolly Out jika bergerak
menjauh.
· Follow : gerakan kamera mengikuti objek yang bergerak.
· Crane
shot : gerakan kamera yang dipasang di
atas roda crane.
· Fading : pergantian gambar secara perlahan. Fade in jika
gambar muncul dan fade out jika gambar menghilang serta cross fade
jika gambar 1 dan 2 saling menggantikan secara bersamaan.
· Framing : objek berada dalam framing Shot. Frame In
jika memasuki bingkai dan frame out jika keluar bingkai.
· Objek
bergerak sejajar dengan kamera.
· Walk
In : Objek bergerak mendekati kamera.
· Walk
Away : Objek bergerak menjauhi kamera.
Teknik ini dikatakan lain karena tidak hanya mengandalkan
sudut pengambilan, ukuran gambar, gerakan kamera dan objek tetapi juga unsur-
unsur lain seperti cahaya, properti dan lingkungan. Rata-rata pengambilan
gambar dengan menggunakan teknik-teknik ini menghasilkan kesan lebih dramatik.
· Backlight
Shot: teknik pengambilan gambar terhadap
objek dengan pencahayaan dari belakang.
· Reflection
Shot: teknik pengambilan yang tidak
diarahkan langsung ke objeknya tetapi dari cermin/air yang dapat memantulkan
bayangan objek.
· Door
Frame Shot: gambar diambil dari luar pintu
sedangkan adegan ada di dalam ruangan.
· Artificial
Framing Shot: benda misalnya daun atau ranting
diletakkan di depan kamera sehingga seolah-olah objek diambil dari balik
ranting tersebut.
· Jaws
Shot: kamera menyorot objek yang
seolah-olah kaget melihat kamera.
· Framing
with Background: objek tetap fokus di depan namun
latar belakang dimunculkan sehingga ada kesan indah.
· The
Secret of Foreground Framing Shot: pengambilan
objek yang berada di depan sampai latar belakang sehingga menjadi perpaduan
adegan.
· Tripod
Transition: posisi kamera berada diatas tripod
dan beralih dari objek satu ke objek lain secara cepat.
· Artificial
Hairlight: rambut objek diberi efek cahaya
buatan sehingga bersinar dan lebih dramatik.
· Fast
Road Effect: teknik yang diambil dari
dalam mobil yang sedang melaju kencang.
· Walking
Shot: teknik ini mengambil gambar pada
objek yang sedang berjalan. Biasanya digunakan untuk menunjukkan orang yang
sedang berjalan terburu-buru atau dikejar sesuatu.
· Over
Shoulder : pengambilan gambar dari belakang
objek, biasanya objek tersebut hanya terlihat kepala atau bahunya saja.
Pengambilan ini untuk memperlihatkan bahwa objek sedang melihat sesuatu atau
bisa juga objek sedang bercakap-cakap.
· Profil
Shot : jika dua orang sedang berdialog,
tetapi pengambilan gambarnya dari samping, kamera satu memperlihatkan orang
pertama dan kamera dua memperlihatkan orang kedua.
dikutip dari situs blog lain
Langganan:
Postingan (Atom)